Berita Islam

Sinyal Cahaya Allah

Berita Islam (cetbang.com) – Semakin kesini salah satu tolok ukur modern dan maju adalah semuanya serba online. Bukan hanya pribadi dan swasta namun pemerintahpun jika ingin maju dan mendapat penilaian publik yang baik maka semuanya harus serba online.

Sehingga ada istilah e-government, e-budgeting, e-bisnis, e-learning, dsb. Para gurupun juga dituntut untuk bisa Internet, para karyawan, para petani tidak mau kalah, dst.

Sehingga mau tidak mau semuanya harus mendapatkan layanan akses Internet. Dari kota hingga desa. Dari pejabat hingga rakyat. Dari jutawan hingga kaum miskin. Dari kyai hingga santri. Seolah hidup hampa tanpa internet.

Para ISP (Internet Service Provider) berlomba mencari pelanggan sebanyak mungkin. Jika tidak bisa terjangkau kabel, maka pakai point to point atau sistem tembak. Telkom sebagai lembaga pemerintah juga mengeluarkan berbagai macam paket, mulai biasa hingga dedicated.

Masa pandemi Covid-19 ini terjadi lonjakan pengguna internet, semuanya butuh sinyal internet untuk e-learning, work from home, e-reporting, dst. Menurut laporan operator cellular lonjakan pengguna internet 5 – 10 %. Sedangkan menurut PT Telkom lonjakan pengguna internet 30 – 40%.

Intinya semuanya membutuhkan sinyal internet demi kelangsungan hidupnya.

Nah dulur semuanya..

Sejak kita lahir Allâh juga sudah memasang sinyal nur Allâh dalam diri kita. Sinyal ini kuat tidaknya tergantung kita bagaimana merawatnya. Ibarat sinyal BTS, pada awalnya jaringan sinyal bagus namun karena tidak di maintenance akhirnya rusak juga, seperti salah satu provider cellular yang terjadi saat ini di tempat kami.

Bahkan bukan hanya sejak lahir namun sebelum lahir dikala dalam rahim Allâh sudah memasang sinyal dengan persaksian bahwa Tuhan kita adalah Allâh, selanjutnya siap untuk taat patuh tunduk padanya (Qs.7:172).

Selanjutnya setelah lahir sinyal ketuhanan atau God Spot yang menjadi jalan sinyal cahaya Allâh itu akan selalu terkoneksi antara hamba dengan Tuhannya.

Lebih detil, God Spot adalah salah satu titik di dalam otak manusia yang berhubungan dengan Tuhannya. Dengan kata lain, terdapat syaraf kecil di dalam otak manusia yang dapat merespon dari aspek agama dan Ketuhanan.

God Spot awal mulanya ditemukan oleh ahli riset psikologi dan syaraf, Michael Persinger pada awal tahun 1990-an, serta yang lebih mutakhir lagi ditemukan pada tahun 1997 oleh ahli syaraf V.S Ramachandran dan timnya dari California University.

Kembali dari sisi agama islam, manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, yakni suci dari dosa. Selanjutnya kain putih bersih inilah orang tua yang bertugas memberikan goresan tinta ajaran Allâh sehingga tetap bertahan putih hingga kembali kepada Allâh (Muttafaqun ‘alaihi).

Salah satu cara untuk menjaga sinyal Allâh agar tetap berjalan sesuai arahan Allâh, maka kita butuh 3 resep seperti yang diajarkan oleh guru kami, Bapak Guru Muchtar.

Resep pertama adalah kuat-kuatkan berdoa terutama di tengah malam bangun sholat tahajjud. Karena kekuatan kita hanya doa sebagai senjata orang mukmin. Kita diciptakan dalam kondisi lemah, maka jalan satu-satunya meminta kekuatan pada dzat Yang Maha Kuat agar kita selalu dalam jalanNya.

Apalagi dalam kondisi seperti ini, pandemi Covid-19. Berita seliweran tak karuan. Seolah rakyat bingung mana yang hoax mana yang benar. Yang membuat hati menjadi tidak tenang, Khawatir, bahkan panik. Sehingga hanya kepada Allâh kita mendekat, agar hati menjadi tenang.

Kedua siap diremehkan. Kenapa?, karena kita diciptakan dari air mani, apa yang ada dalam tubuh kita sejatinya adalah kotoran, ketika wafat kitapun juga akan dikubur di dalam tanah. Sehingga tidak ada yang pantas disombongkan.

Sebaliknya ketika ada orang lain yang meremehkan kita, mencaci, menghina, dst maka kita siap. Dalam artian tidak membalas bahkan kasian kepadanya dan mengingatkan sekaligus mendoakan. Jangankan kita Nabi Muhammad saja diremehkan umatnya, dan Allâh pun juga diremehkan oleh hambaNya.

Dan resep terakhir adalah banyak bersedekah. Sedekah tidak hanya berupa benda namun juga bisa tenaga pikiran. Bahkan membaca baqiyatus sholihah juga merupakan sedekah. Apalagi kondisi seperti ini, sedekah adalah salah satu cara untuk mencegah dari balak.

Dalam hadits muttafaq ‘alaihi yang berbunyi, “Bentengilah diri kalian dari siksa api neraka meskipun dengan separuh buah kurma.” Bahkan, dalam hadis yang diriwayatkan Thabrani, disebutkan bahwa sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).

So….

Mari menjaga sinyal cahaya Allâh dalam God Spot ini agar hidup kita selalu terarah. Bismillah

Penulis : M Zainuri

Share
Published by
Nurul Hidayah
Tags: Berita Islam

Recent Posts

Citilink Indonesia pindah ke Terminal 3 Soekarno Hatta

Bisnis - Terhitung tanggal 23 Juli 2020, penerbangan rute internasional dan domestik Citilink Indonesia pindah…

2 weeks ago

ATM BNI 20 Ribu Terdekat

Bisnis - ATM BNI 20 Ribu Terdekat bisa menjadi solusi buat kamu yang saat ini…

3 weeks ago

ATM BNI Pecahan 20 Ribu di Kawasan Depok

Bisnis - ATM BNI Pecahan 20 Ribu di Kawasan Depok merupakan sebuah pelayanan yang di…

4 weeks ago

This website uses cookies.