Sejarah

Sejarah Singkat Air Suspension Pada Mobil

Cetbang.com, Sejarah – Bisa dikatakan hanya sedikit yang mengetahui tentang sejarah Air Suspension, cara berkendara, dan cara perawatan dari komponen penunjang kenyamanan berkendara tersebut.

Pada tahun 1902, William Humphreys menciptakan sistem suspensi udara yang idenya dipatenkan. Prinsip kerja sistem suspensi ini adalah menggantikan per baja dengan bantalan udara yang dapat diatur tingkat kekerasannya secara fleksibel sambil melaju.

Air suspension mengizinkan penggunanya untuk mengatur sendiri tinggi rendahnya ground clearance suatu kendaraan. Meski banyak dijual di pasaran dengan merek-merek aftermarket, tapi tidak disarankan untuk sembarangan memasang komponen ini.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika menggunakan air suspension, karena sama saja dengan sistem suspensi yang mekanikal atau statis. Hanya saja, untuk perawatan dan barangnya saja yang jauh lebih mahal,”

Kendaraan yang sudah disematkan air suspension tidak membutuhkan teknik khusus dalam mengendarainya, sama saja seperti menggunakan suspensi biasa.

“Setiap orang memiliki driving attitude yang berbeda, ada yang halus dan ada yang kasar. Mobil yang sudah memakai air suspension bebas saja mau dibawa secara halus atau kasar,”

Dampaknya nanti pada ketahanan atau durabilitas dari air suspension tersebut. Tentunya, jika bawa mobil dengan kasar, maka usia air suspension juga tidak akan bertahan lama.

“Kalau bawa mobilnya kasar, jangankan air suspension, bagian kaki-kaki lainnya juga pasti akan lebih cepat rusak dibanding dengan orang yang cara berkendaranya wajar dan pintar merawat barang,”

jika cara berkendaranya halus, asalkan air suspension dipasang dengan benar dan oleh orang yang ahli, maka tidak akan ada masalah yang berarti pada air suspension.

Untuk cara perawatannya sendiri, pengguna air suspension wajib memerhatikan bagian selang, kompresor, klep, naple, tabung udara, dan jalur kelistrikannya.

“Untuk perawatannya cukup mudah asal persyaratan dalam pemasangan dipenuhi seperti kondisi kaki-kaki dan kondisi elektrikal mobil yang baik,”

merawat air suspension tak jauh berbeda seperti merawat ban. Sebab, material yang digunakan sama-sama dari karet. Paling penting adalah balon udaranya tidak boleh bergesekan pada saat pemasangan.

“Biasanya yang sering menjadi kendala pada pemasangan, ruang sepatbor yang sempit tidak diperhatikan. Sehingga balon udara mentok ke pelek atau benda lain yang mengakibatkan kebocoran,”

Selain itu, balon udara juga perlu disemir pakai semir ban supaya tetap lentur. Saat parkir dalam waktu lama, penting juga untuk membuang angin di dalamnya dengan posisi balon terendah. Sehingga, kondisi balon udara bisa lebih awet dan tahan lama.

Jika pemakaiannya baik, umur air suspension juga bisa lebih awet dan tahan lama. Bisa bertahan hingga lima atau enam tahun, bahkan lebih.

Share
Published by
Naurah Athirah Mustaqim

Recent Posts

Citilink Indonesia pindah ke Terminal 3 Soekarno Hatta

Bisnis - Terhitung tanggal 23 Juli 2020, penerbangan rute internasional dan domestik Citilink Indonesia pindah…

2 weeks ago

ATM BNI 20 Ribu Terdekat

Bisnis - ATM BNI 20 Ribu Terdekat bisa menjadi solusi buat kamu yang saat ini…

3 weeks ago

ATM BNI Pecahan 20 Ribu di Kawasan Depok

Bisnis - ATM BNI Pecahan 20 Ribu di Kawasan Depok merupakan sebuah pelayanan yang di…

4 weeks ago

This website uses cookies.