Sejarah Singkat Kejayaan Produksi Sarung Gresik

Cetbang.com – Gresik tahun 1969 – 1975 merupakan tahun puncak Sejarah kejayaan produksi sarung. Di tahun itu produksi sarung Gresik merajai kebutuhan sarung di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan pulau pulau lain di tanah air. Mengapa demikian?

Ternyata para saudagar sarung dari luar pulau Jawa berkumpul, bermukim dan memproduksi di Gresik. Mereka membikin sarung khas daerah asalnya, sehingga yang berasal dari Sulawesi membikin sarung Bugis dan Mandar, yang dari Kalimantan membikin sarung Samarinda dan seterusnya.

Para saudagar luar pulau di Gresik merasa nyaman untuk memproduksi sarung dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, seperti pelabuhan Gresik ramai dikunjungi para pedagang luar pulau, sehingga sarung laku keras di Gresik.

Sedangkan merek sarung produksi saudagar Gresik yang terkenal waktu itu adalah Pedang Mas, Tjarang Mas, ASG (Asegaf), BHS (Bahasuan), Ketjubung dan bermacam-macam merek lainnya.

Ketenaran produksi sarung Gresik telah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Terbukti sebuah lembaga ilmiah Belanda KITLV Leiden (kurang lebih seperti LIPI) melakukan penelitian sarung tenun sekitar tahun 1921 di Gresik dan mengaguminya.

Kini, ketenaran dan kejayaan produksi sarung Gresik redup seiring munculnya produsen sarung di luar kota di Jawa dengan berbagai merek dengan kualitas sangat bagus, seperti Wadimor, Mangga, Gajah Duduk dan lain-lain.

Kini, produksi sarung Gresik yang rata-rata menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) berat untuk bersaing dengan sarung tenun menggunakan alat tenun mesin (ATM), sehingga produksinyapun bak produksi rumah tangga. (Loemaksono – Persada).

Leave a Comment