Sanksi Bakal Lebih Tegas Saat PSBB Surabaya Raya Jilid II

Jawa Timur (cetbang.com) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memastikan bakal lebih memperketat lagi soal jarak sosial pada masa perpanjangan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya hingga 25 Mei 2020.

Khofifah juga memastikan, pelanggar harus berpikir dua kali bila ingin menerobos aturan yang ada. Sanksi tegas telah disiapkan bagi siapapun yang tidak taat jaga jarak atau physical distancing.

“Tadi ada evaluasi terkait check point, terus bagaimana ada phsycial distancing baik di perusahaan maupun di pasar. Kemudian bagaimana penindakan ini akan lebih tampak pada PSBB tahap dua,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (9/5/2020).

Salah satu sanksinya yang disiapkan yakni, tidak diperkenankan mengajukan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) selama enam bulan terhitung sejak melangar PSBB. Selain itu, pelanggar juga tidak perbolehkan mengajukan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) hingga batas waktu enam bulan.

Namun, Khofifah tidak menyebutkan secara rinci pasal pelanggaran yang dikenakan dua sanksi tersebut. “Itu salah satu misalnya yang ada di kesepakatan, agar bagaimana bisa menjalankan PSBB lebih efetif,” tegasnya.

Ia berharap, sanksi yang lebih tegas ini. kepatuhan terhadap physical distancing atau jaga jarak fisik lebih diterapkan lagi di masyarakat. Kedisiplinan agar tidak keluar rumah dan menggunakan masker ditaati.

“Jadi kepatuhan dan kedisiplinan menjadi faktor utama bagaimana kami mencegah penyebaran COVID-19,” ujar dia.

Leave a Comment