Tips & Trik

Rem Blong Bisa Mengakibatkan Kecelakaan Fatal

Cetbang.com, Tips & Trik – Rem blong bisa mengakibatkan kecelakaan fatal. Bahkan, sering terjadi kecelakaan yang menimbulkan kematian akibat rem blong. Untuk mencegah hal tersebut, Cetbang akan memberikan tips mencegah mobil blong.

Sebelum melakukan pencegahan rem blong, kenali dulu beberapa penyebabnya. Sebab rem blong paling umum adalah permasalahan pada minyak rem. Salah satu penyebabnya adalah minyak rem yang habis.

Bisa juga disebabkan oleh masuknya udara pada sirkulasi minyak rem yang menyebabkan terjadinya oksidasi dan menghasilkan uap air yang akan menguap saat panas dan membuat tekanan minyak rem menurun.

Kualitas minyak rem yang buruk karena terpengaruh suhu atau kedaluwarsa bisa menjadi penyebab. Mobil yang cukup berumur juga bisa memiliki endapan lumpur di dalam sistem rem yang bisa menyumbat dan menyebabkan rem blong.

Termasuk munculnya karat di perangkat rem yang berbahan besi sehingga merusak senyawa kimia minyak rem dan menimbulkan endapan lumpur.

Penyebab rem blong lainnya adalah selang dari bahan karet yang getas sudah tidak lagi fleksibel dan pecah saat menerima tekanan berat.

Kampas rem aus, kaliper membeku, piston rem atau seal piston master silinder rusak akibat pemakaian yang terlalu lama juga bisa memicu rem mobil gagal berfungsi.

Untuk mencegah rem blong, pemilik kendaraan diminta untuk tidak menginjak pedal rem saat tidak dibutuhkan dalam jangka waktu panjang. Sebab, panas akibat gaya gesek tersimpan di kaliper rem dan membuat rem gagal beroperasi.

Hindari pula memaksa mengerem penuh di jalan menurun yang terjal dan disarankan untuk memanfaatkan engine brake dengan menurunkan posisi gigi transmisi.

Saat kondisi hujan dan jalan basah, rem tidak dapat bekerja optimal. Karenanya, ketika jalan basah segera turunkan kecepatan mobil sehingga tidak mengandalkan rem.

Sempatkan beristirahat ketika perjalanan jauh, minimal setiap 3 jam sekali untuk memberikan kesempatan pada sistem rem melepaskan panas.

Sementara itu, perawatan rem mobil yang paling penting adalah memeriksa level minyak rem di dalam tabung penyimpanan minimal sebulan sekali.

Segera tambah jika kurang dengan minyak rem yang sesuai rekomendasi pabrikan. Periksa sekitar tabung minyak rem apakah ada potensi kebocoran, terutama sekitar sambungan selang.

Minyak rem disarankan untuk dikuras dan diganti seluruhnya setiap 40.000 km atau 2 tahun sekali. Sebab, formula kimia dalam minyak rem ada masa pakainya.

Jika dipaksakan, tekanan rem bisa hilang dan rem mobil blong karena kualitas minyak rem menurun. Lakukan pula pembersihan tabung minyak rem bersamaan dengan pengurasan minyak rem guna mencegah endapan lumpur dan lumut.

Jangan tunda untuk mengganti kampas rem jika direkomedasikan untuk diganti. Sekaligus, periksa kondisi piringan cakram atau teromol rem.

Fungsi piston adalah untuk menggerakkan kaliper penjepit kampas rem ke piringan rem. Lakukan pemeriksaan untuk memastikan piston tidak macet, terutama dari karat dan kerusakan bagian karet-karet piston.

Rem tangan tidak mengandalkan sistem yang sama dengan rem mobil sehingga bisa berfungsi sebagai rem darurat ketika rem utama blong. Cek kondisi rem parkir supaya tidak bermasalah ketika dibutuhkan.

Dan yang tidak kalah penting dalam mencegah rem mobil blong adalah dengan melakukan servis berkala di bengkel. Teknisi akan mengecek kondisi sistem rem keseluruhan saat servis berkala.

Share
Published by
Naurah Athirah Mustaqim

Recent Posts

Citilink Indonesia pindah ke Terminal 3 Soekarno Hatta

Bisnis - Terhitung tanggal 23 Juli 2020, penerbangan rute internasional dan domestik Citilink Indonesia pindah…

2 weeks ago

ATM BNI 20 Ribu Terdekat

Bisnis - ATM BNI 20 Ribu Terdekat bisa menjadi solusi buat kamu yang saat ini…

3 weeks ago

ATM BNI Pecahan 20 Ribu di Kawasan Depok

Bisnis - ATM BNI Pecahan 20 Ribu di Kawasan Depok merupakan sebuah pelayanan yang di…

4 weeks ago

This website uses cookies.