Perbedaan Surat Tilang Berwarna Biru dan Merah

Cetbang.com, Berita Nasional – Saat melakukan pelanggaran lalu lintas, pengendara akan mendapat sanksi berupa surat tilang dari petugas kepolisian. Surat berupa kertas tersebut merupakan bukti pelanggaran yang mewajibkan pelanggar membayar denda.

Meski mengetahui adanya surat tilang berwarna biru dan merah, tak sedikit pengendara yang masih bingung perbedaan antar keduanya.

Surat Tilang Berwarna Biru

Surat tilang berwarna biru akan diberikan kepada pengguna jalan yang terbukti melakukan pelanggaran. Surat ini diberikan apabila pengguna jalan mengakui kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan tanpa keberatan

Dengan kata lain, surat tilang warna biru diberikan kepada pelanggar yang mau menerima dakwaan pelanggaran yang ditujukan kepadanya.

Dengan demikian, petugas langsung memberikan surat bukti pelanggaran tanpa ada masalah diantara kedua belah pihak.

Dalam kasus ini, pelanggar bisa menyelesaikan proses pelanggaran yang dilakukan di tempat kejadian, atau langsung membayar denda yang harus ditanggung tanpa menjalani proses sidang.

Pembayaran denda bisa dilakukan melalui ATM. Bukti pembayaran tersebut nantinya akan ditukar di Kantor Satlantas dengan barang bukti yang disita petugas seperti SIM, STNK atau KTP.

Surat tilang merah
Surat tilang merah diberikan kepada pelanggar peraturan lalu lintas yang tidak menerima atau keberatan atas tuduhan pelanggaran yang diberikan.

Dalam kasus ini, pelanggar merasa keberatan atas tuduhan yang diberikan, karena itu pelanggar diberikan kesempatan untuk membela diri bahwa dia tidak bersalah. Dengan kata lain, pelanggar bisa menyampaikan pembelaannya pada sidang yang harus diikutinya.

Apabila ada pelanggar yang merasa keberatan dan ingin melakukan pembelaan, maka petugas akan memberikan surat bukti pelanggaran atau surat tilang berwarna merah. Dalam surat ini dinyatakan bahwa pelanggar akan mengikuti sidang untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

Apabila putusan sidang terbukti tidak bersalah, maka orang tersebut bisa mengambil barang bukti yang sudah disita tanpa membayar denda. Tetapi bila terbukti bersalah, maka pelanggar harus membayar denda yang ditentukan agar bisa membawa pulang barang bukti yang sudah disita.

Naurah Athirah Mustaqim

Share
Published by
Naurah Athirah Mustaqim

Recent Posts

Cara Bayar Tiket Pesawat Garuda Indonesia Via Online Payment

Cetbang.com, Bisnis - Garuda Indonesia Online Payment (OLP) adalah layanan pembayaran tiket menggunakan kartu debit…

8 hours ago

Tim Petronas Yamaha Sudah Siap Jika Valentino Rossi Tiba-tiba Pensiun

Cetbang.com, Balapan - Direktur Tim Petronas Yamaha SRT, Johan Stigefelt menyatakan bahwa pihaknya telah memikirkan…

1 day ago

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sandiaga Uno) Janjikan UMKM Ramaikan Gelaran Event MotoGP 2021

Cetbang.com, Balapan - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menegaskan akan memberikan kemudahan…

1 day ago

Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, diguncang Gempa M 6,2

Cetbang.com, Berita Nasional - Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, diguncang gempa M 6,2. Korban berjatuhan akibat…

2 days ago

Viral di Twitter, Tangkap Ahok dan Raffi Ahmad

Cetbang.com, Berita Viral - Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Supriyanto mengatakan akan melakukan pemanggilan kepada sejumlah…

2 days ago

Wow! CBR150R Lawas Bisa Pasang Fitur Assist Slipper Clutch

Cetbang.com, Tips Modifikasi - All New Honda CBR150R kini dilengkapi dengan fitur assist slipper clutch.…

2 days ago

This website uses cookies.