Penyebab V-Belt Mudah Putus

Cetbang.com, Tips & Trik – Ada beberapa faktor yang menyebabkan v-belt motor mudah putus. Kebanyakan orang berpikir bahwa jarak tempuh adalah penyebab utamanya. Namun, hal tersebut ternyata salah.

Faktor utama yang menyebabkan v-belt mudah putus adalah akselerasi atau beban kerja pada belt yang terlalu berlebihan. Selain itu, terdapat faktor lain yang juga turut mempengaruhi kondisi v-belt.

Saat mesin dalam keadaan tidak prima dan pengendara memacu kendaraan di jalan ekstrim, v-belt akan mengalami penurunan fungsi secara otomatis.

Berkaitan dengan itu, komponen lain yang juga sering diabaikan padahal memegang peranan yang amat penting adalah pelumas.

Pelumasan pada transmisi gearbox atau CVT merupakan hal yang sangat penting. Terlebih skutik memiliki transmisi berbeda dengan motor gigi dan sport.

Jika proses pelumasan dilupakan dan tidak terawat, kinerja v-belt menjadi lebih berat. Saat menanggung beban berat, kondisi v-belt akan semakin memburuk dan mudah putus.

Tanda komponen V-Belt Mengalami Kerusakaan dan Akan Putus

Hal pertama yang harus diketahui ialah muncul bunyi pada bagian boks CVT pada akselerasi awal. Selanjutnya, terdengar bunyi seperti decitan pada bagian yang sama setelah dijalankan.

Kedua, tarikan motor akan terasa kaku dan kasar. Jika v-belt akan putus, tarikan motor akan terasa keras seperti baru keluar dari rendaman air banjir.

Saat motor berada di kecepatan tinggi, jalan akan terasa lebih sulit dan tak lagi mulus, hal ini menjadi tanda ketiga. Pengendara juga akan merasakan kampas kopling sudah mencapai titik penghabisan dan RPM akan mengalami kenaikan tetapi kecepatan tidak mengalami penambahan.

Tanda lain yang juga sering dijadikan patokan untuk mengetahui kondisi v-belt adalah mendeteksi adanya getaran pada motor.

Namun, getaran pada motor yang disebabkan oleh v-belt tidak bisa dijadikan patokan utama karena bisa hilang setelah beberapa saat.

Leave a Comment