Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik Memberikan Kelonggaran Aturan Buka Lapak

Gresik (cetbang.com) – Pedagang diberi kelonggaran buka lapak, asal tidak melebihi tiga jam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan kelonggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Stimulus yang diberikan berupa izin berjualan bagi pedagang pasar, pedagang kaki lima atau pedagang musiman selama PSBB berlangsung.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Agus Budiono mengatakan, pihaknya memberikan diskresi kepada para pedagang yang berjualan di pasar Gresik, sentral PKL atau pedagang musiman yang biasa menggelar lapaknya didekat pasar.

Untuk pedagang pasar diskresi yang kami berikan tidak melakukan pembatasan jam operasional dan tidak menutup pasar. Sedangkan untuk pedagang kaki lima dan musiman kami berikan diskresi izin berjualan selama tiga jam terhitung pukul 15.00 sampai 18.00 WIB,” kata Agus.

Upaya itu dilakukan sebagai bentuk dukungan Pemkab Gresik kepada wong cilik. Pihaknya menyadari ditengah pandemi Covid 19 ini banyak pedagang yang kesulitan melakukan aktivitas berniaga seiring dengan terbatasnya aktivitas masyarakat.

“Sesuai dengan arahan pak bupati bagi masyarakat yang ingin berjualan takjil silahkan, asalkan di atas maghrib seluruh dagangannya harus bersih,” imbuhnya.

Meski mendapatkan izin, kata Agus, pihaknya mengimbau agar para PKL dan pedagang musiman tetap memperhatikan kebersihan dan aturan yang berlaku.
Misalnya tidak membuka lapak di atas trotoar atau pinggir jalan. “Yang mau jualan di depan tokonya orang silahkan selama mendapatkan izin dari yang punya toko,” tuturnya.

Menurut Agus, upaya pelonggaran aturan PSBB ini menjadi bentuk kepedulian Pemkab Gresik kepada masyarakat. Pihaknya pun menyadari saat sore hari banyak warga yang sedang mencari takjil atau makanan untuk berbuka puasa.
“Secara prinsip kami mendukung agar roda perekonomian masyarakat tetap berputar,” pungkasnya.

Sementara itu, persediaan sembako dipastikan stabil untuk Lebaran. “Ada kenaikan harga, tapi tidak semua naik. Untuk cabe rawit naik Rp 19 ribu sampai 20 ribu. Kedelai lokal dari 9 ribu naik sedikit. Sedangkan harga yang turun yaitu beras premium 12 ribu, telor ayam dari Rp 21 ribu turun Rp 18 ribu, ayam potong dari Rp 30 ribu turun Rp 29 ribu,” jelasnya.

Menurut dia, dengan adanya PSBB mungkin harga turun yang para pembeli yang tentunya tidak banyak untuk membeli.”Semoga dengan adanya pandemi cobid-19 segera berakhir dan harga kembali normal kembali,” ungkap dia.

Menanggapi hal ini, Ketua Pemuda Pelopor Gresik, Ismail Fahmi memberikan apresiasi kepada Pemkab Gresik yang telah memberikan sedikit kelonggaran kepada para pelaku usaha di Gresik.

“Selama bulan Ramadan memang aktivitas berjualan paling banyak di sore hari. Meskipun diberikan waktu sebentar namun hal ini membuat para pelaku usaha bersemangat di tengah kondisi yang serba sulit seperti saat ini,” kata Fahmi.

Leave a Comment