Pasar Krempyeng Gresik, ditutup untuk sementara selama tujuh hari

Cetbang.com, Gresik – Pasar Krempyeng Gresik, ditutup untuk sementara selama tujuh hari. Hasil deteksi Satgas COVID-19 Kabupaten Gresik, menemukan sembilan pedagang terpapar COVID-19.

Sekitar 150 pedagang pun harus berkemas. Membawa dagangan mereka pulang ke rumah masing-masing. Mulai dari pedagang buah, sayur hingga kebutuhan rumah tangga.

Sejumlah lapak yang sudah kosong langsung dipasang garis larangan melintas oleh Satpol PP Kabupaten Gresik. Nampak aparat TNI dan kepolisian juga berada di lokasi.

“Ini masih menunggu dikosongkan semua baru kami pasang garis larangan melintas,” ujar salah satu anggota Satpol PP saat di lokasi.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Gresik, Agus Budiono menjelaskan, penutupan pasar krempyeng ini menindaklanjuti hasil rapid test dan swab pada Mei lalu. “Ada tujuh orang yang saat itu ditemukan reaktif dan hasil swab positif COVID-19,” karanya, Kamis (11/6/2020).

Tidak cukup disitu, lanjut Agus Budiono, dalam tes lanjutan bertambah dua orang. Total terdapat sembilan orang yang terpapar virus tersebut. Ada yang berasal dari pedagang, ada pula pembeli.

Sementara Kasatpol PP Kabupaten Gresik, Abu Hassan menambahkan, penutupan ini berlangsung selama tujuh hari kedepan. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi.

Jika masih bertambah dari klaster yang sama, maka penutupan akan diperpanjang lagi. “Besok pagi akan dilakukan penyemprotan disinfektan,” imbuhnya.

Sedangkan Sochi, pengelola Pasar Krempyeng mengaku belum ada pemberitahuan sebelumnya. Tiba-tiba petugas datang memberitahu bahwa pasar akan ditutup. “Iya tidak ada pemberitahuan. Tiba-tiba petugas datang dan memberitahu akan menutup pasar,” ungkapnya.

Purnomo masih belum bisa memastikan sampai kapan penutupan akan dilakukan. Sebab koordinasi dan arahannya masih menunggu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik.

“Biasanya jika ada kasus seperti ini, area akan disterilkan selama 14 hari. Tapi untuk pastinya kita tunggu instruksi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 saja,” jelasnya.

Purnomo mengaku sangat respek kepada para pedagang Pasar Krempyeng yang bisa memahami penutupan pasar yang berlokasi di Jalan Gubernur Suryo Gresik tersebut. Karena itu dirinya akan mengupayakan pedagang untuk mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah.

Meski begitu, keluhan tetap saja datang dari pedagang. Pasalnya penutupan ini dinilai sangat mendadak. Para pedagang mengatakan seharusnya petugas mengumumkan minimal dua hari sebelum melakukan penutupan sehingga para pedaganag bisa lebih siap.

“Saya kan dagangan buah, tahu sendiri kalau buah itu cepat rusak. Sedang saya terlanjur kulakan banyak. Kalau begini siapa yang mau mengganti modalnya,” keluh Khalimatus Sadiyah sambil mengemasi buah dagangannya.

Leave a Comment